Home » , » 10 Fakta dan Mitos Tentang Kucing

10 Fakta dan Mitos Tentang Kucing

Written By Afif Kurniawan Sinuhaji on 05 September 2011 | Senin, September 05, 2011


Kucing telah dikaitkan dengan manusia selama setidaknya 9.500 tahun, dan saat ini kucing menjadi hewan peliharaan paling populer di dunia. Karena hubungan erat mereka dengan manusia, kucing kini ditemukan hampir di mana-mana di seluruh dunia. Berikut adalah 10 fakta dan mitos tentang kucing yang didengar oleh dokter hewan dari para pemilik kucing.
10 Fakta dan Mitos Tentang Kucing
10 Fakta dan Mitos Tentang Kucing

1. Kucing selalu mendarat dengan kaki mereka.
Meskipun kucing secara naluriah jatuh dengan kaki pertama kali dan selamat saat jatuh dari tempat yang tinggi, mereka juga bisa patah tulang. Membuat pagar pada balkon atau pada jendela dapat menghindari masalah ini.

2. Kucing harus minum susu setiap hari.
Kebanyakan kucing menyukai susu, tetapi tidak memerlukannya jika benar-benar tidak butuh. Selain itu, banyak orang akan mendapatkan diare jika mereka minum susu terlalu banyak. Jika anda memberikkanya, maka jumlahnya harus sedikit dan jarang memberikannya.

3. Kucing yang dikebiri secara otomatis bertambah berat badannya.
Seperti manusia, kucing bertambah berat badannya dari makan terlalu banyak, tidak berolahraga cukup atau keduanya. Dalam banyak kasus, spaying atau sterilisasi dilakukan pada ketika metabolisme hewan sudah melambat, dan nafsu makannya juga menurun. Jika kucing terus makan dalam jumlah yang sama, itu mungkin akan membuatnya gemuk. Pemilik kucing dapat membantu kucing mereka tetap fit dengan memberikannya latihan dan tidak memberikan makan yang berlebihan.

4. Kucing tidak membawa rabies.
Sebenarnya, kebanyakan mamalia berdarah panas, termasuk kucing, kelelawar, sigung dan musang, bisa membawa rabies. Seperti anjing, kucing harus divaksinasi secara teratur sesuai hukum setempat.

5. Kucing Indoor tidak bisa terkena penyakit.
Kucing masih bisa terkena penyakit ketika melakukan kontak langsung dengan kotoran hewan lain.

6. Cacing pita berasal dari makanan yang buruk.
Hewan peliharaan terinfeksi cacing pita dari menelan kutu, yang membawa parasit. Selain itu, kucing bisa terkena cacing pita dari memakan tikus yang terinfeksi atau binatang terbuka lainnya.

7. Menambah bawang putih pada makanan hewan akan menyingkirkan cacing.
Bawang putih dapat manambah rasa makanan lebih baik, tetapi tidak berpengaruh pada cacing. Cara yang paling efektif untuk mengobati cacing adalah dengan obat yang diresepkan oleh dokter hewan.


8. Wanita hamil tidak boleh memiliki kucing.
Beberapa kucing dapat terinfeksi penyakit yang disebut toksoplasmosis, yang kadang-kadang bisa menyebar ke manusia melalui kotak kotoran kucing dan menyebabkan masalah serius pada bayi yang belum lahir. Namun, masalah ini dapat dikendalikan, jika ibu hamil menghindari kontak dengan litter box dan menyuruh teman atau tetangga untuk membersihkannya.

9. Keseimbangan kucing berada pada kumisnya.
Kucing menggunakan kumis mereka sebagai perasa, bukan menjaga keseimbangan mereka.

10. Hewan menyembuhkan diri dengan menjilati luka-luka mereka.

Menjilati luka tersebut dapat memperlambat proses penyembuhan dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada luka itu.


Title Post: 10 Fakta dan Mitos Tentang Kucing
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author: Afif Kurniawan Sinuhaji

Terimakasih sudah berkunjung di blog Sorana Indonesia, Jika ada kritik dan saran silahkan tinggalkan komentar

Share this article :

0 komentar:

 
Disclaimer | Privacy Policy | Terms Of Services | About Us
Copyright © 2013. Sorana Indonesia - All Rights Reserved

Supported By Galeri Info Unik